31/01/2010 21:34

Wisata Ciwidey

Ini adalah cerita perjalanan wisataku di akhir tahun 2010 ke Ciwidey, Bandung.

Sebenarnya ini perjalananku yang ketiga ke Ciwidey. Entah mengapa aku ingin sekali mengulang perjalanan liburan ke sini. Terbayang udaranya yang dingin dan berendam air panas di pemandiannya. Perjalanan pertama dulu -libur tengah tahun- kami naik kereta api dari stasiun Jatinegara, lalu melanjutkan perjalanan dengan 3 kali naik angkutan umum.

Itu sebuah petualangan yang mengasyikkan, jadi backpacker! Berangkat sekitar jam 7 pagi sampai Bandung jam 10-11an. Lalu disambung angkot dan bis sampai ke terminal Ciwidey. Eee...sudah begitu, pas mau perjalanan ke atas (Patuha dan sekitarnya) hampir turun hujan lebat! Orang-orang di terminal menawarkan setengah memaksa untuk naik ojek. Wow, masak hujan-hujan disuruh naik ojek. Papaku ngga mau, yakin bahwa sebenarnya angkutan yang naik ke atas masih ada dan banyak. Dasar orang-orang itu aja. Dan ternyata kami berhasil mendapatkan angkutan kuning yang memang khusus naik ke Patuha dan Situ Patenggang. Jumlahnya juga banyak!

Kami benar-benar berangkat tanpa pemandu, tidak tahu penginapan mana yang akan dituju. Hanya mengandalkan informasi seadanya dari internet dan sok yakin akan dapat penginapan. Hebat ya. Padahal ternyata di sana membingungkan. Patokan kami adalah penginapan Patuha Resort. Jadi kami turun di warung kecil merangkap pengelola sebuah kebun strawberi menuju pintu masuk Patuha Resort. Tidak bisa melanjutkan perjalanan, karena benar-benar hujan deras sampai sore. Setelah menunggu agak reda (sudah lewat jam 3 sore), banyak warga membantu mencarikan penginapan. Termasuk supir-supir angkot yang mengantar kami. Rupanya mereka bekerja dari mulut ke mulut, saling bantu. Sudah diantar cari ke Situ Petenggangnya (serem, penginapannya terlalu besar dan di pinggir danau, terbayang sunyinya kalau malam hari), lalu ke penginapan Ciwalini, Cimanggu, semuanya penuh. Akhirnya dapat di pondok sate Bu....hehe, lupa namanya. Itu rumah tinggalnya. Lumayan sih bersih. Setelah lelah semalaman mencari pemondokan, akhirnya bisa tidur pulas. Paginya kami jalan-jalan ke kebun strawberi, ke danau, berendam di pemandian air panas Ciwalini. Pulangnya sore jam 3, mengulang perjalanan sebelumnya. Tapi lebih seru. Karena dari terminal bis Cikopo (namanya luping) ke stasiun keretanya kami naik becak. Wah, kasihan banget tukang becaknya. Soalnya becaknya sempit dan bawaan kami berat. Jaraknya juga jauh.

Tahun berikutnya pergi ke Ciwidey lagi. Tapi kali ini naik mobil, dan dengan informasi rute perjalanan yang lebih lengkap. Situasi tempat menginap sudah tahu. Tapi ternyata tetap saja, kami tersesat di tengah kota Bandung, baik pergi maupun pulangnya. Hehehe...Mengenai tempat menginap, kalau sebelumnya gagal, sekarang kami lancar mendapatkan tempat nginap di sana. Tempatnya bagus, pondoknya terbuat dari kayu yang diplitur bagus. Tapi ruangannya agak kebesaran untuk tiga orang. Dan karena lokasinya agak masuk ke hutan dan dikelilingi perbukitan, terasa sunyi dan mencekam di malam hari. Sebaiknya sih menginap di sini dalam rombongan besar, jadi seru. Dan kalau tidak bawa makanan sendiri, di Ciwidey ini susah cari makanan (warung makan). Adanya strawbery melulu dan dodol. Ehehehe...Mau makan yang panas-panas juga dalam sekejap jadi dingin. Tapi karena udara dingin, makanan bisa awet sampai dua tiga hari tanpa harus dimasukkan kulkas!

Perjalaan yang kedua ini lebih memuaskan. Menginap satu malam, kemudian besok paginya ke air panas, penagkaran rusa, Situ Patenggang, Kawah putih. Sorenya sebelum pulang, masih berendam lagi di air panas. Kami pulang jam 7 malam.

Perjalanan yang ketiga jauh lebih mudah dan singkat. Berangkat dari rumah hari Jumat 18 Desember, sehabis subuh (setengah enam). Kami tiba di Ciwidey sekitar jam 9-an. Perjalanannya mudah dan singkat, tapi ternyata paling susah dinikmati dari yang sebelumnya. Karena kami tiba di sana masih pagi, dan udara sangat dingin. Ditambah aku baru sembuh seminggu dari sakit. Hasilnya tiga hari dua malam menginap di sana aku antara sadar dan tidak. Kalau malam aku demam tinggi sampai tidak sadar sekeliling. Tapi pagi menjelang tengah hari sembuh. Jadi siang-siangnya aku bisa jalan-jalan sampai ke danau dan menikmati naik sepeda air bertiga sambil mendengarkan irama musik ...hehehe. Tapi malamnya demam tinggi lagi dan sembuh lagi pagi menjelang siang. Karena merasa sembuh, kami naik ke Kawah Putih, lalu mampir sebentar di penangkaran rusa. Tidak ada acara mandi berendam air panas. Sudah tidak kepingin. Setelah itu pulang deh. Berangkat hari Minggu jam 3.30 sore dari Ciwidey. Sampai rumah jam tujuh malam.

Oleh-olehnya apa? Haha, dapat tambahan istirahat sakit 2 hari lagi di rumah.
================================

Oya, ini sekedar informasi jajanan di Ciwidey (Kawah Putih dan sekitarnya) yang berhasil kukumpulin, ada yang hampir 2x harga di Jakarta:

* Bakso keliling 7000,-
* Indomie rebus 5000,
* Nasi rames ayam 15000,-
* Gorengan 1000,-/buah
* Kopi kapal api 2000,-/gelas
* Pepes-pepesan (teri/peda) 5000,- *sepertnya ini menu andalan di sini*
* Sate stroberi lapis coklat (3 tusuk) 10.000,-
* Aqua botol sedang 3000,-
* Bandrek/bajigur 8000,-/gelas gede
* Masuk Kawah putih 12.000,-/orang/mobil
* Masuk Situ patenggang 12.000,-/orang/mobil
* Straberi dalam wadah dijajakan 5000,-/wadah
* Stroberi petik sendiri 35.000 - 40.000/kg.
* Dodol stroberi bungkus kecil 7000,-
* Masuk pemandian air panas Cimanggu 5000; Ciwalini 10000
* Sepeda air di Situ Patenggang: 40.000,-/jam
* Perahu: ,-/orang/jam (lupa nanyain)

Dan kalau berniat jadi backpacker dan berwisata lebih hemat, bisa menginap di lokasi penangkaran rusa. Tempat itu lokasi khusus bumi perkemahan dan menyediakan sewa tenda dengan harga mulai dari 300.000,- (kalau ga salah. kalau salah dijitak aja!)

Info penginapan: harga penginapan di wilayah ini antara 300.000 ke atas. Kalau ingin yang lebih murah bisa di rumah-rumah penduduk atau bumi perkemahan. Beberapa penginapan besar di Ciwidey: Pemondokan Cimanggu; Pondok Walini; Patuha Resot; Kampung Stroberi (hotel dan restaurant). Ingin berkemah di tepian danau Situ Patenggang juga bisa. Kelihatannya enak, karena di sini udaranya agak lebih hangat daripada di sekitar Gunung Patuha.

:: Cita-citaku berikutnya adalah bisa liburan berkemah di alam bebas! Hihi ::

—————

Back


Topic: Wisata Ciwidey

No comments found.





Contact

Ade Bunga Putri

Jakarta, Indonesia.
http://adebunga.multiply.com
http://ciputimut.blogspot.com